Monday, September 17, 2007

kemaren, tempe dipatenkan jepang.
sekarang, batik dipatenkan malaysia?
o mi joot...


what's next?

Thursday, September 13, 2007

by the way busway

udah pernah naik busway belum?

membaca postingan sebelumnya, tau dong kalo gue harus ke pasar jatinegara demi memburu suvenir murah?

Nah hal ini bermula di penghujung hari Jumat, tiba-tiba kota Jakarta diguyur hujan yang sangat lebatnya padahal gue mau beli stocking di melawai buat PY's cewek. jadilah gue terdampar di dalem Blok M Mal gak bisa keluar. Trus tiba2 temen gue, si B.A *gue emang manggilnya gitu, bukan singkatan ataupun inisial* -pasangan delegasi DKI juga- menelpon gue dan menyuruh gue ketemuan dia di Kuningan, Psr. Festival. O mi joooott kebayang dooongg.. hujan deraaass... kuningaaan.. = maceeet... tapi terus lah si BA insist untuk ketemuan di sana. trus dia membujuk2 gue untuk naik busway ke Kuningan dan akan menjemput gue di halte. Hmmm.. ide bagus, pikir gue..

Lalu berangkatlah gue naik busway. Berhubung gue belum pernah naik busway ke daerah Kuningan. nanya dong gue ama mba2 loketnya..

dev: "mba, saya mau ke pasfest kuningan. gimana caranya ya mba?"
mba loket: " turun di dukuh atas trus naik yang ke arah pulo gadung"
dev: "trus? jadi saya turun di dukuh atas trus naik yang ke pulo gadung? trus? naik apa lagi mba?"
mba loket: "yaa, naik yang ke pulo gadung mba.tar liat aja disana" *dengan muka gak sabar*

okeee... berangkatlah gue naik busway...
trus, sampai di dukuh atas gue turun dan naiklah gue ke arah pulo gadung. Pukul 6 sore. Hujan. Busway isinya udah kaya dendeng sarden siap dimakan. penuh banget jooooooooo!!! gilaaaaaa!! trus distasiun pertama bernama Halimun, gue hampir kegencet pintu lantaran gue berdiri deket pintu yang gue kira gak bakal kebuka, eeeh malah kebuka! PRET! untung gue gak jadi telor dadarr! fuuuh.. trus ngeeeeeeeeeengg.. melajulah gue dengan santainya.. tiba2 gue mendengar "Halte Utan Kayu.." What??? Utan Kayu?? Pramuka?? where the hell am I? bukannya gue mau ke Kuningan? kok gue bisa sampe ke daerah jakarta timur gini?? o mi jooott... akirnya gue turun lah di halte Velodrome *tau gak ini dimana? deket Rawamangun!* dan bertanya2 pada orang sekitar what should I do. dan ternyataaaa!!! harusnya gue turun di Halimun dan naik lagi yg ke arah Ragunan!! anjr*t! b**i!! sialan tu mba-mba loket! tidak memberikan informasi yang lengkap!!! dan emang sih sepanjang gue lihat, informasi mengenai perpindahan stasiun maupun jalur-jalur busway sangatlah minim. gak seperti di subway ataupun MRT yang di tiap gerbongnya pasti ada gambar peta jalur2. Sungguh membuat gue tersesat!

AAAARRGHHH! akirnya gue balik lagi dong ke arah Halimun! dan guess what, gue sudah melewati 10 stasiun dan gue harus balik lagi!!! astaga nagaaaa... setelah perjalanan sia-sia selama 2 jam karena macet dan genangan air dimana-mana plus gue harus berdiri dengan penuh perjuangan akhirnya gue sampe di kuningan, pasar festival.

tapi setelah itu, gue jadi penasaran dengan menaiki busway as my daily basis. Sebenernya enak juga loh naik busway. apalagi kalo lagi jam-jam sepi *bukan jam kantor* meskipun begitu, buswaynya tetep penuh loh ! tapi ac boooooo!! itu sih yang bikin enak.hehhehe.. dan yang paling penting lo udah harus tau lo turun dimana-mananya. kalo gak, lo akan mengarungi setengah kota Jakarta like what i did. hehehe..

kembali ke topik, akhirnya gue mencoba naik busway *lagi* dari Ragunan ke pasar Jatinegara. Dan gue sampe!! hip hip hoooraay!! dengan memakan waktu sekitar sejaman gue udah bisa sampe ke Jatinegara.. yang biasanya gue kalo ke daerah sana kalo pake kendaraan pribadi bisa makan waktu sampe 1,5jam lebih (plus kaki pegel karena macet dan omel2an ama tukang angkot)

yaaa gue dukung lah program busway, tapi tentu dengan peningkatan di sana-sini. busway jangan cepet puas dulu ya! hihii.. ayo gue mendukung orang-orang untuk naik busway. karena honestly, saat2 ini gue lagi jenuh banget bawa mobil sendiri karena sekarang macet tu dimana-mana dan selalu bisa bikin gue pengen teriak2 dimobil dan gantung diri.hihihi.. jadi, ayo dukung transportasi massal kita!!

now is september.

april..
may..
june..
july..
august..
september..

almost 6 months since my last writing here. there's a lot of things happened in my life in the past 6 months. no, i'm not married, don't worry. i just had a life-changing-moments when i was selected to be one of the Indonesia Participant Youth (IPY) for the 34th Ship for South East Asia Youth Program (SSEAYP). and after that my life was surrounded by sseayp's things. like, i've never thought before that i will learn another folksongs besides the songs i've learned in my 3rd grade of elementary school. wheeew!! jadilah gue akan bernyanyi-nyanyi aromoja, manuk dadali, sampai doo be doo-nya gita gutawa.hihihi..

sebenernya sih, seneng banget yaaa..bisa kenalan ama temen-temen lain dari luar-luar pulau sejagat Indonesia trus nanti pas program juga akan kenalan ama temen2 dari negara2 asean+jepang.hihii.. so looking forward it! meskipun terkadang suka merasa jiper sendiri dengan bahasa inggris gue, tapi what a hell lah.. semuanya juga talk in english as their 2nd language. ya ga? *pede mode : ON*

di luar persiapan sseayp yang cukup hectic dan sempat membuat gue bolak balik ke pasar jatinegara yang ganasnya mengalahkan buaya di padang pasir, Tugas Akhir gue kayanya berantakan. Gue yang awalnya semangat mau selesai bulan September, sekarang malah jadi males megang gara2 dosen gue terlalu laid back dan dia mengira gue mau sidang bulan desember jadinya dia santai2 aja.. 'HEll noooo sistaaa!! gue mau lulus september iniiii!!! '

Friday, April 20, 2007

Dev’s on hours:

Last night

2.30 am aku tidur dan menghujamkan diri di tempat tidur

Today

8.00 am (5 ½ jam kemudian aku) bangun dan mulai bersiap

10.00 am – 10.30 menikmati macetnya Jakarta sambil tidur di mobil

10.30 am – 3.30 jaga stand Global Warming di Senayan City. Seru sih, main Wheel of Lifenya yang hanya dengan donasi 10rb bisa dpt produk Body Shop. Oke banget kan? Tadi gue dapet body lotion ama glimmer gloss doong.. Asiik!! *dan masih berfikir untuk mengincar barang2 lucu selanjutnya*

3.30 pm – 4.30 meskipun kepala udah keleyengan dan kepala pusing banget karena belum makan dari pagi, tapi begitu lewat Zara tak mampu untuk tidak menengok ke dalamnya.hihi..

4.30 pm – 5.00 ke kantornya Mas Ruby dengan plus macet di puteran Semanggi lantaran ngeburuin 3in1. (sembunyi dari pak polisiiiii!)

5.00 pm – 6.45 Perjalanan dari Blok M – rumah, sukses tidur 30 menit.. lumayan laaaaah…

6.45 pm – 7.15 begitu sampe rumah,langsung ganti baju, ngeprint, dan ngoles another conseleur untuk menutupi lingkaran hitam yang mulai membayang

7.20 pm – 7.40 ditelponin selama perjalanan, nungguin gue yang terjebak tanpa daya di dalam macet dan berharap deringan mereka bisa mengenyahkan mobil2 itu ke samping dan membebaskan jalan gue

7.45 pm – 10.50 meeting *again and as always* di kemang

11.20 pm ngebut dan akhirnya sampe rumah

12.00 am mulai ngerjain tumpukan kertas tugas yang tadi dititipin ama temen ke rumah dan sekarang adalah jam….

2.05 am

and I’m still here.. mengerjakan tugas. *sigh*

besok bangun jam berapa ya?

Thursday, April 19, 2007

Pemilihan Abang None Jakarta Selatan 2007

Oh iya yaa.. aku punya blog! *baru inget* Artinya, boleh dooong sekalian promosi gratis disini?? Si none punya gawe nih. Hehehe…


Daripada bengong-bengong di tengah tahun, mendingan ikut aja “Pemilihan Abang None Jakarta Selatan 2007” !!

Syaratnya gampang banget kok, asal kamu:

- Berusia antara 19-25 tahun
-
Warga Negara Indonesia dan memiliki KTP DKI
- Berpenampilan menarik (wiih pastinyaa)
- Mampu berbahasa asing (bahasa alien juga bolehlah…hihihi)
- Tinggi badan untuk laki-laki min.170 cm dan perempuan min.165 cm
- Punya bakat dan kreativitas tinggi


Hahahaha berasa udah mau ikutan ajang Mr./Miss World gak siih?? (btw, Mr.World ada gak si? Hihihi..)

Kalau mau daftar, ambil aja formulirnya di:

Sudin Pariwisata Jakarta Selatan
Kantor Walikota
Jakarta Selatan Lt.16
(021) 722 8134

jam kantor lah.


atau juga bisa download formulirnya di www.abnonjaksel.com.(tapi dalam beberapa hari mendatang yaa) Tapi untuk balikin formulirnya, semuanya kudu ke Sudin Pariwisata…

Jangan lewatkan kesempatan emas ini!

Tapi beneran deh, oke banget ikutan Abang None Selatan!!! (cah elah..hihihihi)

Sunday, April 15, 2007

kenapa, oh Indonesiaku?

Tempo hari, kelompok aku membuat paper mengenai Kesenjangan Sosial dan Disintegrasi Nasional yang mengangkat kasus, lepasnya pulau Sipadan dan Ligitan. Seperti yang kita semua tahu, kalau Indonesia adalah negara kepulauan? Indonesia berbatasan langsung dengan negara Malaysia, Papua New Guinea (PNG) dan Timor Leste. Sedangkan wilayah maritim (keluatan) Indonesia berbatasan dengan 10 negara: India, Malaysia, Singapura, Thailand, Vietnam, Filipina, Republik Palau, Australia, Timor Leste dan PNG. Kawasan-kawasan perbatasan maritim umumnya berupa pulau-pulau terluar yang berjumlah 92 pulau, yang beberapa di antaranya adalah pulau-pulau kecil yang hingga kini masih perlu ditata dan dikelola lebih intensif, karena ada kecenderungan mempunyai masalah dengan negara tetangga. Kenapa bermasalah dengan negara tetangga?

Naah.. diisini aku ingin ngebahas kasus ini menurut pemikiranku. Dimana lepasnya Sipadan dan Ligitan ini (harusnya) dapat memberi sebuah pelajaran untuk Indonesia. Bukan pelajaran dimana bahwa kita seharusnya masih dapat mempertahankan kedua pulau tersebut. Tetapi pelajaran, seharusnya pemerintah lebih memperhatikan kondisi pulau-pulau terluar Indonesia.

Kesenjangan sosial yang terjadi di kedua pulau itu mungkin akan lebih mudah bila dilihat dari aspek ekonomi. Pada saat status quo kedua pulau tersebut (1969) diberlakukan, Malaysia malah terus memperkukuh kedaulatannya di pulau tersebut dengan membangun sarana dan prasarana di pulau tersebut. Malah mereka sudah memasukkan pulau Sipadan ke dalam peta pariwisata mereka. Wow, sebenarnya yang salah itu Malaysia karena ‘nyolong start’ atau Indonesia karena intelnya tidak bekerja dengan baik?

Kehidupan masyarakat tentu jadi bergantung pada Malaysia. Mata uang yang beredar disana pun, Ringgit. Sebuah kondisi yang cukup menyedihkan di negara Indonesia yang bermata uang Rupiah. Ya emang sih, keduanya bermulaan dengan huruf R ! but stilll... hehehehe..

Kenapa si Sipadan dan Ligitan ini malah diberikan ke Malaysia? Sebenarnya dari resensi yang aku baca, Indonesia mempunyai kans yang cukup besar untuk dapat memenangkan kedua pulau ini. Tapi Mahkamah Internasional melihat prinsip lain, yaitu Ecologycal preverence (perlindungan ekologi), Continuous Presence (kehadiran terus menerus di wilayah tersebut), Effective Occupation, dan Maintenance.

Dari prinsip ini, apakah Indonesia sudah melakukan ini semua? Tidak ! tapi Malaysia yang melakukannya. Gak heran kan kenapa dua pulau itu akhirnya jatuh ke tangan Malaysia? Tapi,kalo dipikir-pikir lagi, kalo waktu itu Indonesia yang menang pun, apakah kehidupan di kedua pulau tsb (yang selama ini ditunjang Malaysia) akan berjalan dengan baik? -Mengingat pengelolaan pemerintah yang dirasa kurang-. Toh kita bakal ninggalin mereka lagi. Gak ada salahnya lah tuh pulau jatuh ke mereka.. Apalah 2 pulau diantara puluhan ribu pulau lainnya di Indonesia? Tapiiiiii.. yaaa gengsinya itu loh. Gengsi Indonesia di mata majelis internasional yang dipertarungkan!

Dari pembahasan si dosennya sih cukup menggugah dan membuat aku berpikir, pengelolaan negara ini sebenernya seperti apa sih? Kok kayanya negara ini tidak bisa dikelola dengan baik sih? Kenapa? Layaknya sebuah perusahaan, bila dikelola dengan sistim managemen yang baik maka perusahaannya akan maju. Bila tidak, malah akan terjadi sebaliknya. Apa perlu negara kita dipimpin bukan oleh politisi melainkan seorang manager?

Latar belakang ini juga membawa pemikiran lain kalau etos bekerja orang Indonesia (yang menurut aku) sangat jelek. Hal ini ditunjukkan oleh banyaknya tindak korupsi di dalam jajaran pemerintahan. Emang sih sekarang orang-orang yang korup miliaran rupiah mulai diproses.. tapi kalau yang korupsi ratusan ribu perminggu dan masih tetap dilakukan? Apa itu gak disebut korup juga?

Mungkin etos kerja seperti itu tidak akan terjadi bila didukung dengan kualitas SDM yang baik. Coba kita ambil contoh, Malaysia dulu memboyong guru dari Indonesia untuk ngajar mereka. Sekarang malah kita yang mengundang guru dari Malaysia. Apa itu tidak disebut dengan kemunduran? Negara lain bila kita lihat, kok bisa maju? Dan kita kayanya tetep gini-gini aja? Masa sih kita gak mikir? Engga juga kan?

Kalau aku liat lebih jauh lagi ke sejarah Indonesia. Apakah mungkin kepribadian orang Indonesia seperti ini karena kita dulu dijajah Belanda? Negara-negara Asia yang dijajah Inggris nampaknya sekarang mulai menunjukkan ‘taringnya’. Sebut saja, Malaysia, Hong Kong dlsbnya. Selain karena kita dulu dijajahnya emang kelamaan, waktu itu Belanda menempatkan pribumi sebagai kasta terendah setelah orang Belanda dan pendatang yang justru kaum minoritas. Inget kan orang-orang pribumi dulu gak bisa seleluasa sekarang untuk bisa masuk Sekolah Rakyat (sekarang SD) ? SDM kita memang tidak terbentuk secara matang untuk dapat memajukan negaranya karena waktu itu Belanda gak mau kita malah jadi pintar dan mengusir mereka dari Indonesia. Tapi ‘tekanan’ Belanda itu malah ngebuat moral dan etos orang Indonesia jadi sekarang ini. Apalagi setelah kita berhasil ngusir Belanda ama Jepang, kita malah jadi kaya orang linglung -mau diapain ni negara?- karena bodoh. Untunglah masih ada Boedi Oetomo yang isinya orang-orang pinter, maka negara ini bisa terselamatkan dan bisa berdiri sampe sekarang ini.

Kembali ke kasus Sipadan dan Ligitan, seharusnya pemerintah lebih bisa mengelola daerah-daerah tertinggal dan tidak hanya berpikir ‘how to safe my ass.‘ karena sebenarnya apa yang kita lakukan sekarang, itu akan menunjukkan siapa diri kita, cikal bakal kita, dan juga generasi mendatang.

Tuesday, January 23, 2007

Polisi 50.600 bukan Six Million Dollar Man


POLISI a.k.a penegak hukum yang seyogyanya bertugas untuk menegakkan hukum, melindungi, melayani dan mengayomi masyarakat nampaknya kurang menyerap fungsi sosial mereka di dalam masyarakat. Yaa.. meskipun bagaimana juga, begitu lah yang aku rasakan kemarin ini.

Kejadiannya bermula dari aku mau ke daerah Sarinah. Kalau dari arah Bunderan HI, tentunya harus muter dulu di Bunderan air mancur yang ada patung kudanya itu dulu bukan? Berpengalaman pernah ditilang didaerah situ, membuat ragu selalu muncul untuk muter balik disana. Tapi, melihat banyaknya mobil yang belok kanan membuat rasa ragu itu hilang. Pas ngantri lampu merah kedua untuk menuju balik ke arah Sarinah, tiba-tiba mobil yang kunaiki bersama pacar ditunjuk dan disuruh minggir. YAK! Ditilanglah kita. Katanya kita telah melanggar rambu lalu lintas. Yang boleh muter di jalan ini hanya dari jam 6.30 pagi sampai jam 7 malam, kecuali hari libur. Okelah, saat itu emang sore-sore.. *dan satu hal yang aku baru tahu adalah bahwa hari Sabtu bukan hari libur. Mungkin buat mereka iya bukan hari libur karena mereka harus bertugas. Tapi kan buat pekerja kantoran dan anak sekolahan, kita libur!* trus dia bilang lagi.. kalau mau lewat sini, harusnya lurus, tapi gak boleh belok kanan. Tapi, pas kita belok, aku ngeliat mobil Lancer dan Kijang di depan mobilku, yang mengambil jalan lurus juga ditangkep! Nah lo! Dia bilang, tilang kami bernilai Rp. 50.600. Dengan sikap santainya pacarku itu, akhirnya kita ‘damai’ saja dengan mengucurkan uang sebesar 50 ribu. *sigh*


Akan lain ceritanya di dalam pikiran aku.. yang pasti aku bakal turun dari mobil, ngecek ke rambunya beneran gak sih rambunya menyebutkan begitu, trus aku bakal tunjuk-tunjuk tu mobil Lancer dan Kijang. ‘kok mereka lurus, mereka juga ditangkep? Kenapa?’ –dengan nada enggak terima-. Abis itu, bakal aku tarik tu kepala pak polisi trus aku celup-celupin dengan puasnya ke air mancur itu. Trus, abis itu diiket dan taro di jalur busway biar digiling aja tuh ama bus. Ha Ha Ha Ha *dengan nada dan senyum jahat*

Padahal ya, kalau memang... MEMANG mereka melakukan tugasnya dengan baik, solusinya adalah mereka bisa aja kan berdiri di belokan itu dan menyuruh para mobil-mobil itu memutar di depan Museum Nasional. Bukannya mereka malah sengaja membiarkan mobil-mobil itu memutar di bunderan dan menangkapi mereka satu persatu dengan senangnya seperti memancing ikan di kolam.. Solusi yang sebenarnya cukup mudah bukan?

Aku pun akan senang menjadi masyarakat taat peraturan di semrawutnya kota Jakarta ini dan diayomi oleh pak polisi..

Cuaca di dunia sekarang sudah berubah dan aneh, kebalik balik. Di Jakarta, harusnya musim hujan malah kering kerontang dan panas terik. Tapi sekarang udah mulai kembali ke muasalnya dengan menyambut hari ini dengan hujan. Welcome back, hujan!

Friday, January 19, 2007

Yang Miskin, Minggir !

Terbahak aku pas melihat judul tersebut terpampang sebagai judul minggu ini oleh Metro Realitas. Di segmen ini, mereka mengangkat bahasan mengenai pengendara motor di Jakarta. Jadi, akupun akan membahas hal yang sama saat ini..

Coba resapi kedua pertanyaan di bawah ini.

Sudah mulai muakkah anda melihat banyaknya kendaraan motor di jalanan?

atau

Sudah mulai kesalkah anda dengan perilaku pengendara motor di Jakarta?

Bila jawaban untuk kedua pertanyaan diatas adalah YA, berarti SELAMAT ! anda tidak sendirian di dunia ini. Karena akupun merasa demikian.

Kendaraan bermotor yang bertambah sekitar sepuluh ribu setiap harinya (seinget aku pas aku baca Kompas dulu) seakan membuat jalanan di Jakarta semakin sumpek rasanya. Bisa kebayang kan kalo tiba-tiba mereka kita tumpuk jadi satu, kumpulan motor itu bisa jadi sebuah kue ulang tahun raksasa dan memecahkan rekor MURI!

Belum lagi kelakuan para pengendara motor yang ‘seenaknya sendiri’, nampaknya menambah kebencian aku ama kendaraan yang bernama M O T O R. Pasti para pengemudi Jakarta pernah merasakan ketika macet banyak motor yang berseliweran di sebelah kiri-kanan-depan-belakang mobil,pokoknya seputar mata memandang pasti ada motor yang sedang nyempil-nyempil nyari spot kosong berasa kaya cewek langsing nyempil di angkot. Mereka melalukan segala macam manuver seperti membelok-belokkan stang motornya ke kiri kanan, bahkan sampai menggoyangkan pinggulnya demi meraih posisi terdepan di barisan mobil. Entah kenapa, mereka itu gemar sekali untuk berada di barisan terdepan lampu merah. Mungkin membuat mereka merasa ‘asiik.. gue di depan mobil nih –yang biasanya selalu ‘mengalahkan’ mereka dari segi kecepatan-‘ atau mungkin mereka senang dengan hembusan angin dari mobil-mobil yang melintas di depan mereka, ‘semwiring’ kali yaaa...hihihi..

Banyaknya motor di Jakarta nampaknya tidak dibarengi dengan fasilitas sarana dan prasarana untuk kendaraan satu ini. Plus lagi, tidak dibarengi oleh mental dan perilaku baik dari pengendara motor itu sendiri. Lengkaplah sudah! Padahal kan kita sama-sama hidup di jalanan, kenapa sih kita harus saling mendahului? Padahal kan sesama kendaraan bermotor dilarang saling mendahului? *hihihi.. emangnya bus?*

Tentunya, membicarakan ini tidak akan ada habisnya. Tapi yang penting saat ini, motor harus berjalan di sebelah kiri ! jalanmu bukan di kanan, apalagi di tengah. Huh !

Sebagaimanapun aku bencinya dengan para motor-motor itu, tapi aku cinta ojek! Hahahahhahahahahaha...