Saturday, May 08, 2010

Dia - dalam 100 kata

Hamparan hijau rumput membentang di depan mata. Hanya ada aku dan dia disini, saat semua orang sedang bergumul dengan pikiran mereka masing-masing. Kami duduk berdua tanpa mengucap kata-kata. Serasa kami dapat saling membisikkan kata melalui angin yang menyibakkan rambut panjangku.

Matahari bersinar hangat namun udara semilir beriak dingin. Sebelumnya tak pernah begini. Selalu ada kehangatan di antara kita berdua. Namun sekarang hanya ada ucapan dingin yang keluar dari bibir manisnya. Ingin rasanya kugapai lagi hangat hatinya karena kutahu masih ada dia di dalam sana.


“Jadi, begini saja akhirnya, Mas?”, ucapku.

“Ya.”

“kamu akan meninggalkanku demi pria itu?”, tanyaku lagi.

“Ya.”

No comments: